apakah ini pertanda dari Tuhan bahwa kau tak baik untuk kehidupanku?
Posted on
Thursday, June 28, 2018
bukannya aku hidup sendirian, kok. aku tidak hidup terisolasi dari manusia lain, di pulau antah berantah. di sekelilingku banyak kok, organisme satu spesies. apalagi, sekarang masa liburan. aku ada di rumah -- setidaknya ada tiga orang yang menemaniku dari bangun tidur hingga kembali tidur lagi.
atau justru itu?
selama setahun ke belakang ini, aku termasuk lebih jarang pulang ke rumah dibandingkan dengan semester-semester sebelumnya. bukannya tidak ingin, tetapi memang beban kesibukan perkuliahan dan kepanitiaan yang membuatku tidak dapat pulang sesering dulu. karena inilah, setiap kali aku pulang ke rumah, ada saja hal yang berubah -- baik itu adanya perabot baru atau karena adanya perubahan tata letak perabot di rumah. karena ini juga, aku seringkali kebingungan mencari barang-barang yang berpindah tempat atau berganti wujud menjadi lebih baru. secara fisik, rumahku terasa 'asing'. aku harus kembali beradaptasi dan mempelajari letak barang-barang di dalamnya.
selain fisik rumahku, aku juga mulai merasa terasing oleh penghuninya: kedua orang tuaku.
bukannya kami jarang bertemu; setahun ke belakang, frekuensi mereka mengunjungiku di bandung sebenarnya malah bertambah, karena adikku baru memasuki bangku kuliah tahun lalu. kedua anak mereka ada di bandung sekarang. namun, aku merasa tidak sedekat aku yang dulu dengan mereka. aku juga bingung mengapa.
aku merasa selama setahun ke belakang ini aku mengalami pertumbuhan dan pendewasaan secara drastis -- dan mereka tidak menyaksikan semua itu. mungkin memang salahku, tidak menceritakan apa-apa yang aku alami kepada mereka. namun, seiring dengan berjalannya waktu dan banyaknya kejadian yang membuatku tertampar bahwa aku harus segera menjadi orang dewasa, aku semakin enggan untuk menceritakan masalah-masalahku kepada mereka. mereka semakin tua; aku tidak ingin membebani mereka dengan masalah-masalah yang malah membuat mereka semakin khawatir.
oleh karena itu, aku bercerita kepada orang-orang yang 'ada' di sekitarku: teman-teman dekatku di perkuliahan. menurutku, kami sama-sama 'senasib' karena kami adalah anak-anak rantau yang orangtuanya tidak dapat mendampinginya di sisinya selama perkuliahan di bandung. rasa 'senasib' ini membuat kami merasa harus saling menjaga dan melindungi; saling mendengarkan dan memberikan saran ataupun nasihat bila dirasa perlu -- karena tidak lagi ada orang tua yang dapat melakukannya untuk kami 24/7. kami menjadi lebih dekat dari sebelumnya; secara emosional.
ini membuatku merasa aku telah memiliki keluargaku sendiri di bandung. di kampus gajah, di ruang kelas, di lab instruk, di himpunan, di kantin saraga atau di east corner kadang-kadang. aku senang berangkat kuliah karena aku senang akan ide bahwa aku akan bertemu keluargaku. setiap hari.
ketika aku pulang ke rumah pada akhir semester lalu, untuk pertama kalinya aku merasa sedih harus meninggalkan bandung. waktu kepulanganku aku undur sejauh yang dapat kulakukan. sambil menunggu, aku mengisi hari-hari awal liburan semesterku dengan mengobrol bersama teman-temanku; keluargaku. berbincang dengan mereka membuatku merasa senang; merasa puas.
sekarang, ketika aku sudah di rumah, sayangnya aku tidak dapat mendapatkan perasaan yang sama dengan berbincang dengan keluargaku.
setelah banyak sekali hal yang terjadi sepanjang tahun ini; sepanjang usiaku yang 20 tahun ini; aku bisa menyimpulkan bahwa banyak sekali bentuk cinta di dunia.
i am very lucky to have good people around me; good friends around me. they remind me that to feel loved, you don't have to be loved romantically.
romantic love is just ONE form of love. masih banyak bentuk cinta lain di dunia: pedulinya teman-teman kepadamu; sayangnya orang tuamu kepadamu; dan selalu adanya teman baikmu bagimu setiap kali kamu ingin bercerita.
oleh karena itu: aku tidak butuh pacar-pacaran; aku tidak butuh romantic love at the moment -- tapi aku butuh orang tuaku; serta teman-teman baik yang selalu mengisi hari-hariku sebagai mahasiswa di kota rantau ini.
and to all of you yang ada di foto-foto berikut, terima kasih banyak telah menyadarkanku tentang hal ini :)
the moment when our hands slip and intertwine together makes my heart skips a beat.
it felt so right.
i still could feel how the space between our fingers disappears as our hands became one; became whole; it felt like they are made to complete each other.
sayang sekali cuma terjadi di mimpiku; bunga tidurku.
a conversation with a friend today got me thinking that every friendship should be tested if you really want to know whether your so-called-friends really want to stick with you until the very end.
whether that 'end' means right now, or in ten years, or when one of you are in your deathbed.
it got me thinking that 'teman dekat itu yang pernah saling berantem, pernah saling marahan. if you've never been angry at your friend (or vice versa), it could mean that you don't really know them after all --'
and nature has its own way of selecting friendships; just like organisms.
sometimes it's by being angry at each other, sometimes it's by being hit by a hard circumstance that you have to get through together to pass; and sometimes it's by being there for one another when bad thing happens to one of you.
semakin dewasa, semakin sedikit teman di sekeliling kita. and sometimes it is a good thing -- those people that stay with you are the ones that's really worth your time and your presence; your joy and your tears; and most importantly: they're the ones that really deserve that space in your heart that you're saving for that special someone.
sudah hampir satu tahun. it's time to get over this; it's time to loosen up and fully face the fact that you and him will never be together.
yes, your feelings do fade -- but it's still there.
and it still hurts looking at him being with her; looking at her with a smile on his face and an emotion that you desire so much.
you know deep down that this is no good -- even if you DO end up being together with him, it's going to be a disaster and he will likely end up hating you and wishing he'd never got together with you.
but he's still the person you thought of first when you want to go see a movie; when you find a really good book or a movie or an issue; you can't seem to replace him.
it's almost a year. your time is almost up -- your time in uni is running out and soon you will not be able to see him everyday. feelings will fade; and soon he'll find another person to replace you, but you'll not be able to find one to replace him because apparently your feelings don't fade like his.
you are facing your last days with him; last, good days when you are almost sure that you are the only person who gets what is hopefully a special place in his heart.
what should you do? you really want to make the best out of these days, yet you are not sure how to, because he does not feel like these days are the last good days that he will get to spend with you -- because you are probably not that 'exclusive' and 'special' to him.
you know exactly that he does not feel the same way as you, yet you keep your hopes up that he will have 'a change of heart' one day; effortlessly; you don't even do anything to bring that change of heart closer to truth.
your friend says that you could do better than this; that you will find someone who will be nice to you and love you without you needing to do so much things and efforts in making him love you. and that someday love will be easy and effortless; it will be a natural thing that happens between you and that person. and that love is supposed to be that way; all your life you just have not seen the real deal about it.
and i really hope it is true.




